Musyawarah Cabang IDI Kotawaringin Timur Tahun 2015

  Selamat atas suksesnya acara Musyawarah Cabang IDI Kotawaringin Timur dan Seminar Kedokteran Tahun 2015. Acara ini di hadiri sebagian besar anggota IDI Cabang Kotawaringin Timur baik dokter spesialis dan dokter umum serta tamu undangan. Pembukaan muscab tahun ini di hadiri oleh Bupati Kotawaringin Timur Bapak Supian Hadi,S.Ikom yang sekaligus membuka acara MUSCAB tersebut. Dari Hasil Musyawarah Cabang terpilih Ketua IDI Cabang Tahun 2015-2018 adalah dr.┬áMoch Choirul Waro, Sp.Kj, Wakil Ketua dr. Candra Eriyanto, dan Sekretaris dr. Deslianan. Ucapan terimakasih kami berikan kepada seluruh Panitia Musyawarah Cabang IDI Kotawaringin Timur tahun 2015 serta Pihak BPJS Cabang Kotawaringin Timur atas bantuannya. Semoga IDI Cabang Kotawaringin Timur kedepannya semakin...

read more

Anggaran Rumah Tangga Muscab

Pasal 15 Musyawarah Cabang Status 1. Musyawarah Cabang yang disingkat dengan Muscab merupakan pengambilan keputusan tertinggi pada tingkat cabang. 2. Musyawarah Cabang adalah Musyawarah para anggota Ikatan Dokter Indonesia dalam cabang tersebut. 3. Musyawarah Cabang dilaksanakan sekurang-kurangnya sekali dalam 3 (tiga) tahun. 4. Dalam keadaan luar biasa Musyawarah Cabang dapat diadakan sewaktu-waktu atas usul atau inisiatif tiga orang anggota dan mendapat persetujuan sekurang-kurangnya dua pertiga jumlah anggota biasa yang ada. Pasal 16 Wewenang 1. Menilai pertanggungjawaban Pengurus Cabang mengenai pelaksanaan amanat Musyawarah cabang. 2. Menetapkan program kerja cabang dengan tetap berpedoman kepada kebijakan operasional yang telah ditetapkan dalam Muswil dan hasil-hasil Muktamar. 3. Memilih Ketua Cabang untuk periode berikutnya. Pasal 17 Tata Tertib 1. Pengurus Cabang adalah penanggung jawab penyelenggaraan musyawarah cabang. 2. Musyawarah Cabang dihadiri oleh anggota, peninjau dan undangan 3. Anggota adalah semua anggota biasa yang ada di cabang bersangkutan. 4. Peninjau adalah anggota luar biasa, Ikatan Dokter Indonesia. 5. Jumlah peninjau dan undangan ditetapkan oleh Pengurus Cabang. 6. Anggota memiliki hak bicara dan hak suara. 7. Peninjau memiliki hak bicara 8. Undangan tidak mempunyai hak bicara dan hak suara 9. Pengambilan keputusan dalam Musyawarah cabang dilaksanakan dalam Sidang Pleno. 10. Banyaknya suara cabang dalam muscab ditentukan jumlah anggota pada cabang yang 11. Sidang pengesahan kuorum, pembahasan dan pengesahan agenda acara, tata tertib sidang, dan pemilihan pimpinan sidang pleno musyawarah cabang dipimpin oleh panitia pengarah musyawarah cabang. 12. Sidang musyawarah cabang dipimpin oleh tiga orang presidium yang dipilih dari anggota dan oleh anggota. 13. Musyawarah cabang baru dinyatakan sah bila dihadiri lebih dari 50 (lima puluh) % jumlah anggota 14. Apabila ayat (13) tidak terpenuhi maka musyawarah cabang diundur paling lama 1 x 24 jam dan setelah itu musyawarah cabang dianggap sah. 15. Setelah selesai laporan pertanggungjawaban Pengurus Cabang, maka Pengurus Cabang dinyatakan demisioner. 16. Segera setelah Ketua Pengurus Cabang terpilih sementara Ketua Pengurus Cabang yang lama dinyatakan demisioner maka Pengurus Wilayah atas nama Pengurus Besar menerbitkan Surat Keputusan Pengesahan Ketua Pengurus Cabang. 17. Apabila 6 (enam) bulan setelah habis masa bakti periode kepengurusan dan telah minimal 3 (tiga) kali diingatkan untuk mengadakan Musyawarah Cabang tetapi Pengurus Cabang tidak melakukan musyawarah cabang maka Pengurus Wilayah segera menunjuk tim caretaker yang terdiri dari satu orang pengurus wilayah, satu orang pengurus cabang yang telah kadaluarsa dan salah seorang anggota Ikatan Dokter Indonesia cabang untuk menyelenggarakan musyawarah...

read more