Hasil Pertemuan Menyikapi Keputusan MK terkait Judicial Review UU PK

Pertemuan cito dengan para Perhimpunan Dokter Spesialis (PDSp) tanggal 23 April 2015 dalam rangka konsolidasi organisasi untuk menentukan langkah selanjutnya pasca putusan MK. Hasil kesimpulannya (Klik Disini) Jakarta, 24 April2015 Nomor :73771PB,1A.210412015 Lampiran : 1 (satu)berkas Perihal : Penyampaian Hasil Rapat CITO Yang Terhormat, Segenap Ketua PDPPIPDSpIPDSm Segenap Ketua lDl Wilayah Segenap Ketua IDI Cabang Di Tempat Dengan hormat, Bersama ini disampaikan bahwa menyikapi putusan Mahkamah Konsitusi No. 14lPUU-Xll12014 perihal Pengujian Pasal 66 ayat (3) Undang-Undang No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran yang dibacakan pada Sidang tanggal 20 April 2015, PB lDl telah mengadakan pertemuan cito dengan para Perhimpunan Dokter Spesialis (PDSp) tanggal 23 April 2015 dalam rangka konsolidasi organisasi untuk menentukan langkah selanjutnya pasca putusan MK tersebut. Kesimpulan dari pertemun tersebut adalah ; 1- Kejadian ini harus kita jadikan momentum bersama-sama untuk saling instropeksi apakah kita semua sudah menjalankan profesi dengan benar. 2. Amar Putusan MK ini, jangan ditanggapi secara reaktif, yang akanberimplikasi lebih buruk lagi bagi profesi dokter dan memancing reaksi negatif dari masYarakat. 3. Untuk membahas lebih kongkrit langkah-langkah lDl pasca Putusan MK ini, akan dibentuk Pokja yang mengikut-Sertakan Semua unsur Perhimpunan Dokter spesialis (PDSp) dibawah lingkungan lDl. Pembahasan utama adalah wacana untuk mendorong hadirnya peradilan profesi dengan melakukan komunikasi dan advokasi ke berbagai pihak terkait seperti DPR, Kemkumham, Kemkes, KKI dan MKDKI. 4. Mengajak diskusi Teman Sejawat dari DIB dengan melibatkan Peer Group nya agar tidak mengambil langkah-langkah yang semakin berimplikasi negatif bagi profesi dokter. Terlampir kami sampaikan notulensi lengkap pertemuan tersebut untuk dapat diketahui. Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Sekretaris Jendral   Dr Daeng M Faqih SH MH NPA IDl :...

read more

Musyawarah Cabang IDI Kotawaringin Timur Tahun 2015

  Selamat atas suksesnya acara Musyawarah Cabang IDI Kotawaringin Timur dan Seminar Kedokteran Tahun 2015. Acara ini di hadiri sebagian besar anggota IDI Cabang Kotawaringin Timur baik dokter spesialis dan dokter umum serta tamu undangan. Pembukaan muscab tahun ini di hadiri oleh Bupati Kotawaringin Timur Bapak Supian Hadi,S.Ikom yang sekaligus membuka acara MUSCAB tersebut. Dari Hasil Musyawarah Cabang terpilih Ketua IDI Cabang Tahun 2015-2018 adalah dr. Moch Choirul Waro, Sp.Kj, Wakil Ketua dr. Candra Eriyanto, dan Sekretaris dr. Deslianan. Ucapan terimakasih kami berikan kepada seluruh Panitia Musyawarah Cabang IDI Kotawaringin Timur tahun 2015 serta Pihak BPJS Cabang Kotawaringin Timur atas bantuannya. Semoga IDI Cabang Kotawaringin Timur kedepannya semakin...

read more

Hari Kesehatan Dunia 2015: Keamanan Pangan

Pada tanggal 7 April 2015 adalah Hari Kesehatan Sedunia, WHO tahun ini mengambil topik keamanan pangan (food safety). Pangan yang tidak aman bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan, mulai dari keracunan makanan ringan, hingga pada kematian. WHO memperkirakan ada sekitar 2 juta korban meninggal dunia setiap tahunnya akibat makanan yang tidak aman, terutama anak-anak. Makanan dapat mengandung bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia yang berbahaya yang bertanggung jawab atas lebih dari 200 jenis penyakit mulai dari diare hingga kanker. Sementara itu, bahaya-bahaya baru yang mengancam keamanan pangan akan selalu bermunculan. Perubahan adalah salah satu faktornya, mulai dari perubahan lingkungan, penghasilan/produksi, pengantaran/distribusi, hingga penyiapan dan konsumsi. Kuman patogenik yang baru bermunculan, atau kuman patogenik lama yang mulai kebal terhadap obat antikuman. Semua ini membawa tantangan tersendiri bagi keamanan pangan. Penambahan jumlah kunjungan dan perjalanan secara internasional juga membawa risiko tersendiri terhadap penyebaran pelbagai masalah pangan antar negara. Masalah keamanan pangan merupakan sebuah rantai kompleks mulai dari penghasil pangan seperti nelayan dan petani, kemudian ke pengemasan dan pengiriman, hingga pengolahannya di dapur masing-masing. Standar pangan internasional masih bisa ditemukan melalui CODEX Alimentarius. Secara umum, WHO menganjurkan 5 Kunci Menuju Pangan yang Aman, baik bagi penyedia bahan pangan, maupun konsumen itu sendiri. Kunci-kunci ini terdiri dari: Jaga kebersihan. Pisahkan makanan mentah dan dimasak/matang. Masak makanan secara sempurna. Tempatkan makanan pada temperatur yang sesuai/aman. Gunakan air dan bahan mentah yang aman. Meskipun sederhana, kunci-kunci ini akan menjadi kompleks ketika diterapkan, dan dalam standar yang baik akan memberikan kita suguhan pangan yang aman. Permasalahannya di Indonesia, seberapa seriuskah kita mencermati kelayakan dan keamanan pangan kita? Anak-anak sekolahan bisa mendapatkan jajanan dengan mudahnya tanpa tahu keamanan makanan tersebut, atau keracunan makanan yang acap terjadi ketika ada acara makan bersama. Dalam pengalaman saya, keracunan makanan memang bukan kasus yang sering terjadi, namun juga tidak bisa dikatakan sangat jarang, apalagi jika kasus tersebut sampai menyebabkan kejadian luar biasa. Kadang menguji secara sederhana kesadaran masyarakat tentang keamanan pangan bisa dilakukan dengan mudah. Tanyakan saja apakah seseorang tahu bahan dasar dari produk yang dikonsumsinya, bagaimana itu diolah, apa kandungan gizinya (AKG), apa bahan tambahannya, kapan kedaluwarsanya? Masyarakat pada umumnya cukup bisa menghindari makanan berbahaya ketika tanda kerusakan bahan pangan nyata terlihat, misalnya sayuran yang busuk tentunya akan dihindari dan memilih sayuran yang segar. Tapi kuman patogen berbahaya atau zat kimia berbahaya sering tidak mengubah wujud, rasa dan aroma makanan secara umum, sehingga bahaya yang lebih besar tidak akan mudah ditemukan oleh masyarakat yang awam. Bantuan Badan POM sendiri cukup banyak memberikan informasi tentang keamanan pangan, hanya saja pengawasan tetap memerlukan bantuan dari masyarakat. Sebut saja salah satu proyek BPOM di tahun ini tentang “Gerakan Keamanan Pangan Desa” sepertinya tampak menjanjikan. Saya sendiri tidak tahu seberapa efektif nantinya kader PKP – Penyuluh Keamanan Pangan di tiap-tiap desa, atau DFI – district food...

read more
error: Content is protected !!